DURI (Riaulantang)- Niat baik Selvi Tridayani yang ingin memasangkan mahkota cahaya kepada orang tuanya dengan menjadi penghafal quran ternyata dimudahkan jalannya. Ditengah kebingungannya mencari biaya untuk mengikuti karantina Tahfidzul Qur’an di rumah tahfidz Dampit Malang, Jawa Timur, Selvi dipertemukan dengan Camat Mandau, Riki Rihardi. Riki yang mengetahui keinginan kuat lulusan MA Jasmi Duri itu langsung respon dan mengulurkan bantuan.
Usai mengikuti pembukaan Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) Kabupaten Bengkalis di halaman Kantor Camat Mandau, Minggu siang (23/06/19), Riki menerima kunjungan Selvi yang dimediasi Sekcam M Rusydi. Kasi Kesosbud, Yoan Dema dan rekan Selvi sesama aktifis turut mendampingi pertemuan di ruang kerja Sekcam itu.
Kepada Selvi yang akan mengikuti karantina selama 1,6 tahun di rumah Tahfidz Dampit Malang, Camat Riki berpesan agar mengunakan kesempatan itu sebaik baiknya hingga kelak menjadi penghafal quran yang membanggakan kedua orang tua, masyarakat Mandau dan Bengkalis umumnya.
“Kalau sudah berhasil jangan lupa kampung halaman. Ajarkan ilmunya kepada adik-adik lain yang ada di Bengkalis, umumnya dan Mandau khususnya,” pesan Riki.
Dijelaskan Riki, pihaknya bangga kepada anak-anak yang punya keinginan kuat menjadi hafidz quran. Untuk itu doa dan dukungan diberikannya untuk orang-orang terpilih ini.
‘Mudah-mudahan ananda Selfi menjadi hafidz quran seperti Annisa dan Humaira yang lebih dahulu membanggakan kabupaten Bengkalis. Kalau Annisa dan Humaira dari Bengkalis kalau Selfi tentu mewakili Kecamatan Mandau, ” ungkap Riki sembari mengulurkan bantuan untuk kepentingan pendidikan Selvi.
Menerima bantuan dari Camat ini, mata Selvi berkaca-kaca. Ditengah kebingungannya yang terancam batal berangkat karena tak ada biaya, ada pihak yang peduli dan mengulurkan bantuan.
“Terimakasih pak. Akan saya ingat pesan bapak. Doakan saya isttiqamah dan menjadi hafidz quran,” ujar Remaja bercadar ini.
Dikatakan Selvi keinginannya menghafal quran muncul setelah dia menamatkan pendidikan di Yasmi Duri. Perlahan dia menghafal quran secara otodidak dan mengikuti seleksi yang diadakan rumah tahfidz Jatim. Ternyata dia dinyatakan lulus dan harus mengikuti karantina tanggal 24 Juni 2019 ini.
Namun ditengah kegembiraan lulus tes ini muncul kebimbingan remaja putri yang juga novelis ini. Dia bingung karena keluarganya tak mampu membiayai keberangkatannya.
“Bapak tak kerja, sementara ibu jualan lontong depan SD Center,” ujar Selvi yang sudah menghasilkan dua novel remaja, masing-masing Cinta Balqis di Negeri Turki dan Istikharah Cinta Kembali Bertasbih.
Ditengah kebimbangannya itulah ada pihak yang peduli dan akhirnya dia bisa berangkat menunaikan niat baiknya menjadi penghafal quran.
‘Doakan saya berhasil ya,” ujar Selvi sembari mempromosikan novelnya yang sudah terjual ratusan eksamplar itu. (susi)




























