PEKANBARU (RiauLantang) – Pengadaan sapi oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau pada tahun anggaran 2018 tidak mencapai target. Dari 2.600 ekor sapi yang harus diadakan, hingga akhir tahun anggaran 2018 hanya terpenuhi 1.335 ekor. Penyebabnya kegagalan lelang yang dikarenakan faktor tekhnis dan non tekhnis.

Kepala Bidang Agribisnis Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Riau Nafilson didampingi Kepala Seksi Pengembangan Kawasan Gatot Iriawan mengemukakan hal tersebut kepada media ini, Kamis(31/01/2019).

Pada tahun 2018 lalu, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Riau telah menganggarkan dana pada APBD Riau untuk pengadaanb2.600 ekor sapi Madura, 1.100 ekor kambing dan 70 ekor kerbau. Namun sampai akhir tahun 2018, untuk sapi hanya terealisasi 1.335 ekor,sedangkan kambing dan kerbau terpenuhi 100 persen.

“Memang pada tahun 2018 lalu, target untuk pengadaan sapi dari Madura gagal mencapai target, dikarenakan adanya faktor tekhnis dan non tekhnis. Namun untuk pengadaan kambing dan kerbau terealisasi 100 persen, yang mana semuanya sudah didistribusikan keseluruh kabupaten dan kota di Riau, melalui kelompok tani,”terang Nafilson.

Sementara itu Kasi Pengembangan Kawasan Gatot Iriawansecara rinci menjelaskan penyebab tidak terpenuhinya target pengadaan sapi dikarenakan dua faktor. Pertama, adanya keterlambatan memasukan jaminan pelaksana oleh rekanan pemenang lelang, sehingga pemenang dibatalkan.

Kedua, ada rekanan yang sudah dinyatakan sebagai pemenang lelang oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa Pemprov Riau menyatakan mundur karena beredarnya isu akan terjadi tunda bayar pada akhir tahun anggaran.

Kemudian lanjut Gatot, untuk pengadaan sapi, kerbau dan kambing dibagi dalam lima jenis pelelangan di ULP Pemprov Riau, dan yang terlaksana hanya dua pelelangan, dimana tiga pelelangan untuk pangadaan sapi dinyatakan batal. Untuk sapi seyogyanya didistribusikan ke 11 kabupaten dan kota di Riau, kecuali Kabupaten Bengkalis.Sedangkan kambing didistribuikan ke 6 kabupaten di Riau dan kerbau untuk Kabupaten Kuantan Singingi.

“Jadi penyebab gagal lelang tiga paket pengadaan sapi dikarenakan rekanan yang mundur serta tidak memenuhi persyaratan. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Riau sudah berusaha semaksimal mungkin supaya terpenuhi, tapi apa boleh buat rekanan tidaksanggup,”papar Gatot.

Ditanya untuk tahun 2019, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Riau hanya mengajukan usulan untuk pengadaan 350 ekor sapi.Untuk kerbau dan kambing tahun 2019 ditiadakan, karena pada saat pengajuan usulan RAPBD Riau masih mengalami defisit.

“Untuk tahun 2019 kita hanya mengadakan 350 ekor sapi Madura, yang memang kita pilih sejak tahun 2018, setelah tahun-tahun sebelumnya kita mendatangkan sapi dari Jembrana Bali,”sambung Gatot.(afa)