PINGGIR (Riaulantang)– Tangkapan besar 4 paket sabu yang diamankan Polsek Pinggir saat operasi zebra di depan Mako Polsek Pinggir, Jalan Lintas Duri Pekanbaru Km.102 Desa.Tengganau Kecamatan Pinggir depan Mako Polsek Pinggir,  Selasa (14/11/14)  diduga di kendalikan dari salah satu Lembaga Pemasyaratan (Lapas) di Kalimantan. Kinitangkapan besar sabu yang diungkap Polsek Pinggir itu terus   terus dikembangkan untuk mengungkap jariangan sabu skala nasional itu.  

“Saat ini kita masih melakukan pemeriksaan dan pengembangan. Kuat dugaan peredaran narkotika ini dikendalikan dari Lapas wilayah Kalimantan. Nanti kalau sudah terangkum semua kita akan informasikan lebih lanjut,”iungkap Kapolres Bengkalis AKBP Abas Basuni, Sik melalui Kapolsek Pinggir Kompol Ernis Sitinjak Sik, Rabu (15/11/17).

Dijelaskannya, penangkapan ini berawal ketika jajaran Polsek Pinggir menggelar Operasi Zebra Siak 2017, di depan Mapolsek Pinggir, jalan Lintas Duri Pekanbaru Km.102 Desa Tengganau Kecamatan Pinggir, Selasa (14/11/17) sekira pukul 10.00 Wib. Dalam operasi di hari terakhir itu selain pemeriksaan kelengkapan kendaraan. Juga dilakukan antisipasi terhadap senjata tajam, senjata api, Narkoba, premanisme.

Saat dilakukan pemeriksaan terhadap satu unit mobil Inova warna Abu-abu bernopol B 1014 GFB yang datang dari arah Duri menuju Pekanbaru, petugas  curiga terhadap penumpang yang rata-rata lelaki itu. Setelah dilakukan  pemeriksaan terhadap surat surat, petugas kemudian melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan. Saat itulah petugas menemukan empat bungkusan yang mencurigakan di dalam sebuah tas.

Ketika diteliti, bungkusan tersebut adalah Narkotika jenis Sabu. Lalu mobil tersebut digiring ke halaman Mapolsek. Kemudian petugas memastikan pemilik tas tersebut.

Empat penumpang yang semuanya lelaki memperlihatkan  gelagat mencurigakan langsung diinterogasi. Mereka tak bisa berkelit terhadap barang bawaannya. Saat ditimbang, 4 bungkus besar  sabu bawaannya memiliki berat 3,2 Kg.

Sementara itu, sopir travel DS juga ikut diamankan. Namun setelah pemeriksaan, ternyata DS tidak mengetahui sedikitpun tentang barang haram itu. Hal itu juga diperkuat dengan pengakuan para tersangka bahwa DS tak mengetahui barang bawaan mereka. (susi)