BENGKALIS (Riaulantang) – Dinas Kesahatan Kabupaten Bengkalis bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Riau melakukan cek kebugaran kesehatan bagi Jamaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Bengkalis, Jum’at 30 November 2018.Pengecekan kesehatan tersebut dilakukan di Halaman Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis Jalan Pertanian, yang diikuti sebanyak 206 JCH dari Kecamatan Bengkalis sebanyak 105 orang, Bantan  81 orang, Siak kecil 8 orang dan kecamatan  bukit 12 orang.Para JCH yang diundang untuk mengikuti cek kesehatan harus mengikuti prosedur yang sudah diatur oleh para medis, dan cek kesehatan ini juga menguji serta melatih kesebaran para Jamaah, sehingga saat melakukan ibadah haji nantinya sudah terbiasa dengan peraturan-peraturan ibadah haji lainnya.“Kegiatan hari ini adalah cek kebugaran kesehatan bagi Jamaah calon Haji, yang akan berangkat pada tahun 2019 mendatang, pemantauan kebugaran ini bagian dari proses bagaimana Dinas Kesehatan Bengkalis Bekerjasama Dengan Dinas Kesehatan Provinis Riau,  memantau dan melihat untuk menetapkan Jamaah haji yang layak dari sisi kesehatan untuk berangkat ke tanah suci,” dikatakan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Bengkalis Heri Pratikno disela-sela acara.Ditambahkan Heri, sebagaimana diketahui bahwa ibadah haji merupakan ibah yang sangat menuntut adanya kesiapan fisik dan kebugaran bagi calon jamaah haji supaya dapat mengikuti proses  rangkaian ibadah haji dengan baik, lancar dan mandiri, artinya tanpa dibantu orang lain, baik itu bantuan dari orang, alat maupun metode yang lain.“Harapan kami cek kesehatan ini sampai dengan jamaah haji berangkat pada bulan Juli dan Agustus mendatang mereka betul-betul meningkatkan kebugaran, jadi masing-masing jamaah akan dicek tinggi badannya, berat badan  kemudian tekanan darah dan juga dilihat seberapa bugar,” ujar Kabid Pelayan Kesehatan Dinas Kesehatan Bengkalis.Masih dikatakan Heri, Ada dua metode cara pengecekan kebugaran kesehatan bagi jamaah calon haji tahun ini, yaitu berjalan cepat atau belari dengan jarak 1600 meter kemudian dilihat berapa menit tingkat pencapaiannya, metode kedua  bagi beresiko tinggi berjalan atau belari selama 11 menit, metode ini  untuk menentukan tingkat kebugaran bagi masing-masing  jamaah calon haji.(rls)